Berita  

Ahli Hukum Islam: MUI Harus Keluarkan Fatwa Ganja Medis

Avatar photo
Ahli Hukum Islam MUI Harus Keluarkan Fatwa Ganja Medis (IST)

FIMADINA- Isu tentang usulan untuk legalisasi ganja di Indonesia memang akhir-akhir ini hangat.

Sehingga, seperti di kutip dari Sindonews, KH. Ma’ruf Amin, sebagai Wakil Presiden Indonesia, memberi saran kepada Majelis Ulama Indonesia supaya mengeluarkan fatwa khusus mengenai penggunaan ganja untuk medis.

Dr Prawita Thalib, ahli hukum Islam asal Universtas Airlangga, menyebutkan lima sebab diturunkannya syariat Islam. Hal ini biasa disebut dengan maqashid syari’at.

“Pemeliharaan agama, pemeliharaan nyawa, pemeliharaan akal, pemeliharaan keturunan, dan pemeliharaan harta,” katanya, Selasa (5/7).

Menurut Prawita, apabila untuk memelihara nyawa, maka penggunaan ganja diperbolehkan. Namun di sisi lain, untuk memelihara akal, maka penggunaan ganja untuk rekreasional maka diharamkan.

Fatwa yang nanti dirumuskan, harus mampu juga menjaga sampai jangan ada penyalahgunaan, harus berfungsi untuk mencegah agar jangan sampai ada pemahaman bahwa ganja halal sepenuhnya. Jadi, kalau orang sehat pakai ganja tetap tidak boleh.

MUI harus mempertimbangkan aspek pentingnya ganja medis jika nantinya MUI mengeluarkan fatwa.

“Yang dikedepankan itu hisbunnafs, pemeliharaan nyawa. Jika ganja tidak dipakai, maka nyawa terancam, itu bisa,” sambung Prawitra.

Penggunaan ganja harus ditujukan untuk pemeliharaan nyawa tanpa membahayakan pemeliharaan akal. Fatwa MUI bersifat tidak mengikat, maka untuk memiliki kekuatan hukum, harus ditetapkan dalam undang-undang.

“Saya takutnya kalau tidak dikontrol dengan baik, ganja yang awal mulanya untuk keperluan medis disalahgunakan untuk kepentingan hepi-hepi,” tegas Prawitra.

Prawitra juga berharap agar law enforcement dijalankan dengan baik, apabila instrumen penegakan hukum di Indonesia belum kuat dan belum maksimal, maka upaya pelegalan ganja medis akan sia-sia.

“Pertimbangkan Indonesia ready atau tidak. Jangan sampai niatnya maslahat tapi hasilnya mudharat. Utamakan kemaslahatan untuk menghilangkan kemudharatan. Insyaallah berkah,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *