Dalam Islam, Suami Harus Tahu Pentingnya ‘Foreplay’ bagi Istrinya

Avatar photo

FIMADINA- Selain nafkah lahir, memenuhi nafkah batin adalah wajib hukumnnya bagi setiap pasangan suami istri dalam Islam.

Namun, perlu diperhatikan, tidak hanya istri yang harus memuaskan suami, suami juga harus memperhatikan kewajibannya untuk memuaskan pasangannya.

Dalam Islam, telah diajarkan bahwa suami juga bisa memberikan kenikmatan dan juga memuaskan kepada pasangannya.

Dikutip dari CNN, seorang dosen Jurusan Syariah STAIN Sultan Qaimuddin, Kendari Mashur, bahwa suami yang paling bijaksana adalah yang tidak hanya mementingkan kepuasannya sendiri saja, namun juga berupaya untuk memberikan kepuasan terhadap pasangannya.

Rasulullah SAW. sebagai manusia teladan, sangat menganjurkan supaya suami memeberikan cumbu rayu dan juga sentuhan untuk memuaskan istrinya sebelum melaksanakan hubungan intim. Seperti yang diriwayatkan dalam hadits sebagai berikut : “Janganlah salah seorang diantara kalian menggauli istrinya sebagaimana hewan menggauli sesamanya. Hendaknya ia mengadakan pemanasan [perantara] terlebih dahulu dengan jalan ciuman dan kata-kata mesra.” (HR. Turmudzi)

Dan juga, tidak hanya itu, membuat berbagai variasi dari berbagai aneka posisi dalam melakukan hubungan intim bukan hal yang dilarang dalam Islam.

Seperti firman Allah SWT. dalam Al Quran:

نِسَاۤؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ ۖ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ اَنّٰى شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ ۗ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّكُمْ مُّلٰقُوْهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Artinya:

“Istri-istrimu adalah seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 223).

(gz/cnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *