Hati-hati, Bukber Malah Menjadi Hilang Makna

waktu baca 4 menit
Rabu, 27 Mar 2024 22:50 0 201 Gita Robia Awaliah

Fimadina.com– Ramadan merupakan bulan yang dianggap sakral oleh seluruh umat Muslim di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu tradisi yang sering dilakukan selama Ramadan adalah buka puasa bersama atau yang lebih dikenal dengan istilah bukber. Di kalangan masyarakat Indonesia, bukber bahkan telah menjadi semacam tradisi saat Ramadan tiba, yakni sebagai momen untuk berkumpul kembali dengan teman-teman lama atau keluarga besar, komunitas atau juga rekan kerja.

Namun, jika kurang hati-hati, kegiatan yang bernilai positif ini malah bisa menjadi bumerang, bahkan menghilangkan keutamaan dari buka puasa yang sejatinya bernilai ibadah.

Sebagai seorang muslim, alangkah baiknya bersikap hati-hati terdampak hal kurang baik pada acara bukber tersebut. Apa saja diantaranya?

Melewatkan Shalat Maghrib Berjamaah

Waktu berbuka memang hal yang sangat dinanti bagi orang yang berpuasa. Sayang kadang banyak ketika adzan Magrib tiba, ketika buka puasa bersama malah keterusan menikmati makanan dan asyik mengobrol. Waktu Magrib malah terlewat. Padahal waktu magrib hanyalah sebentar. Menurut Qaul Jadid dalam mazhab Syafi’i, waktu magrib adalah muali matahari terbenam matahari dengan perkiraan waktu dipakai wudhu, merapihkan pakaian (menutup aurat) azan, iqomah dan shalat 5 rokaat (2 rokaat sunnah dan 3 rakaat shalat magrib).

Meninggalkan Shalat Sunnah Tarawih

Kebanyakan acara bukber, justru malah keasyikan dengan kumpul-kumpul. Sehingga ketika masuk waktu isya, tidak juga beranjak. Apalagi jika lokasi bukbernya bukan di masjid seperti di rumah makan, kafe atau sejenisnya. Di samping lokasi yang tidak mendukung, salah satunya menjadi alasan bahwa waktu yang tersedia merasa lebih baik bersama kumpul dan saling bercengkrama dengan alasan silaturahmi. Padahal salat sunah Tarawih adalah keutamaan bulan Ramadan yang hanya datang satu tahun sekali.

Menyebabkan Gaya Hidup Boros

Selama bulan Ramadan, tak sedikit orang yang dibanjiri ajakan untuk berbuka puasa secara kolektif. Momen ini memang menyenangkan sekaligus membantu memperkuat tali persaudaraan. Namun, terdapat risiko yang harus diwaspadai, yakni berpotensi memicu gaya hidup yang konsumtif.

Apabila memutuskan untuk menghadiri setiap undangan, besar kemungkinan pengeluaran dana mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah, hanya untuk keperluan berbuka dan biaya transportasi. Tentu nominal tersebut bukanlah jumlah yang kecil.

Menghadiri acara buka puasa bersama sama sekali tidak masalah selama didasari niat tulus dan dijalankan dengan cara yang benar. Jika demikian, kualitas ibadah akan tetap terjaga dan silaturahmi pun akan semakin menguat.

Jadi Ajang Ghibah

Momen buka puasa bersama umumnya dilakukan bersama orang-orang yang sudah saling mengenal, seperti teman sekolah, kuliah, atau rekan kerja. Meskipun ada niat baik untuk mempererat tali silaturahmi, namun peluang untuk melakukan keburukan juga terbuka.

Tak dipungkiri, setiap kali ada perkumpulan, selalu ada kemungkinan munculnya gosip. Biasanya bermula dari menanyakan kabar seseorang yang absen, lalu berlanjut membahas hal-hal yang mungkin terkait dengannya, termasuk isu negatif jika ada. Jika dibiarkan berkeliaran, kegiatan bergosip akan semakin parah dan merusak ibadah yang telah dilakukan sepanjang hari. Sungguh kerugian besar!

Berlebih-lebihan

Saat acara buka puasa bersama diselenggarakan, berbagai macam hidangan tersaji, baik sesuai pesanan maupun menu tambahan. Meski hanya membutuhkan porsi mungil untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga, suasana seperti ini membuat seseorang cenderung tidak merasa cukup.

Banyak orang yang makan berlebihan ketika mengikuti momen buka puasa bersama. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari ketidakmampuan mengendalikan diri dari godaan kuliner yang menggoda hingga permintaan untuk menghabiskan makanan agar tidak terbuang sia-sia.

Perlu diingat kembali bahwa segala sesuatu yang berlebihan, termasuk dalam hal makanan, pasti membawa dampak buruk. Kesehatan akan terganggu, dan perut yang terlalu penuh berpotensi membuat seseorang malas beribadah.

Jadi Ajang Pamer

Layaknya perkumpulan pada umumnya, momen buka puasa bersama juga rentan dijadikan ajang untuk memamerkan berbagai hal. Setiap individu dapat tiba-tiba berubah menjadi “etalase” yang siap menunjukkan kebolehan mereka, pencapaian karir, prestasi, hingga kendaraan baru yang baru saja dimiliki.

Bahkan ada yang sampai rela meminjam dulu barang orang lain, semisal pinjam Smartphone terbaik, agar tidak merasa gengsi ketika hadir pada acara tersebut.

Tentu saja perilaku demikian tidaklah patut untuk dilakukan, terlebih dalam acara yang diadakan di bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, apabila tidak mampu mengendalikan diri, ini bisa terbawa suasana dan ikut memamerkan sesuatu sehingga menjadikan sosok yang digolongkan sombong.

Demikian, semoga bermanfaat. hal yang baik jangan sampaimalah menjadi hilang keutamaannya.

Gita Robia Awaliah

Gita Robia Awaliah

Influencer, Teacher and Volunteer

Home
Kontak Kami
Search
Kembali